Friday, March 2, 2012

Ikan Purba di Indonesia


Pada tanggal 23 Desember 1938 oleh Kapten Henrick Goosen menemukan Ikan Coelacanth di lautan India tak jauh dari mulut sungai Chalumna, patut di garis bawahi bahwa ikan ini adalah salah satu jenis ikan purba. Maka diberilah nama latin Latimeria Chalumnae sesuai dengan tempat ditemukannya.


Setelah itu dibentuklah tim peneliti untuk mencari habitat Coelacanth yg berujung pada perairan kepulauan Komoro, Madagascar dan hidup di kedalaman 150 meter. Saat itu para peneliti melihat tiga ekor dari ikan ini.

Setelah itu, pada tahun 2007. Yustinus Lahama dan anaknya Delfi Lahama pergi memancing didekat pantai Malalayang, Manado. Setelah beberapa lama, akhirnya ada yang menangkap kailnya. Setelah ditarik, sebuah ikan besar berwarna coklat didapatkan.

Pak Yustinus beserta anaknya yang baru pertama kali melihat ikan seperti itu pun kaget. Dia langsung berpikir untuk menjualnya atau memotong dan memakannya, tapi atas saran warga, akhirnya dia mengurungkan niatnya itu dan malah meletakkan ikan tsb di dalam laut dg diikat sehingga ikan aneh tsb dapat dilihat oleh warga sekitar. Tak disangka ada seseorang dari Universitas Sam Ratulangi, Manado yg mengenali ikan tersebut.

]
Gubernur Manado yg mengetahui pun langsung menempatkan si raja ikan di tempat penangkaran agar tetap hidup untuk dijadikan maskot sebuah acara kelautan yg akan diselenggarakan di Manado. Tapi nyatanya si raja laut pun tewas. Akhirnya jasad si raja ikan pun diawetkan untuk diteliti. Sadar menemukan species baru, gubernur pun berinisiatif mengundang icthyologist (ahli ikan) untuk menelitinya.
Setelah diteliti ternyata ikan tersebut adalah keluarga dari Latimeria Chalumnae atau Coelacanth. Yang menjadi pembeda adalah warna kulitnya. Jika si raja ikan punya kulit coklat berbintik putih maka Latimeria Chalumnae punya kulit biru gelap bintik putih.
Akhirnya para peneliti sepakat menyebut Si Raja ikan dengan nama ilmiah Latimeria Menadoensis dan ketika diteliti di laut sekitar tempat penemuan pertama di pantai Malalayang dengan kedalaman yg lebih jauh ternyata hidup Latimeria Menadoensis lain berjumlah sekitar 5 ekor dan hidup berkelompok

Gambar penyebaran ikan ini :